Gelanggang Jakarta – Internasional – Pemerintah Kolombia mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan Suriah, menjadikannya negara kedua setelah Amerika Serikat yang memberikan pengakuan kontroversial ini.
Kementerian Luar Negeri Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, secara resmi mengumumkan pengakuan kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Keputusan ini diambil hanya beberapa hari setelah Presiden sayap kanan Abelardo de la Espriella dilantik sebagai kepala negara.
Dalam pernyataannya di media sosial X, Kemlu Kolombia menyatakan bahwa pemerintah mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut, serta hak negara untuk melindungi diri dari ancaman eksternal. Kolombia menyebut mempertahankan kendali atas Dataran Tinggi Golan merupakan komponen penting bagi pertahanan nasional Israel, terutama mengingat ketidakstabilan regional di Timur Tengah.
Langkah diplomatik ini menuai reaksi keras dari Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi menyatakan penolakan dan kecaman tegas terhadap pengakuan Kolombia, menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan adalah tanah Suriah yang diduduki. Riyadh menyerukan Kolombia untuk meninjau kembali keputusannya dan berkomitmen pada hukum internasional.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyambut baik keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai keputusan bersejarah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden De la Espriella yang disebutnya sebagai sahabat baik. Suriah sendiri mengecam keras pengakuan ini sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan resolusi PBB, menegaskan Dataran Tinggi Golan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Suriah.
