Gelanggang Jakarta – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,39 persen ke posisi 6.625,39 pada perdagangan Rabu pagi ini, didorong oleh lonjakan signifikan sektor teknologi sebesar 3,26 persen di tengah tekanan bursa Asia.
Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG menguat 25,45 poin atau 0,39 persen ke posisi 6.625,39 pada pembukaan perdagangan Rabu (2/9/2026). Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi bursa saham Asia yang cenderung tertekan dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp17.760 per USD.
Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan pasar pagi ini dengan lonjakan signifikan sebesar 3,26 persen. Selain teknologi, beberapa sektor lain juga turut menghijau, di antaranya sektor keuangan yang mendaki 1,04 persen dan sektor kesehatan yang menanjak 0,78 persen. Aktivitas perdagangan melibatkan frekuensi sebanyak 346.762 kali dengan volume mencapai 7 miliar saham dan nilai transaksi harian sebesar Rp2,5 triliun.
Meskipun indeks utama menguat, sejumlah sektor masih mengalami tekanan. Sektor industri terpangkas 0,52 persen, disusul sektor infrastruktur yang susut 0,40 persen, dan sektor energi yang turun 0,38 persen. Sektor properti juga mencatatkan koreksi sebesar 0,28 persen pada awal perdagangan hari ini.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan level tertinggi di 6.629,54 dan level terendah di 6.605,01. Sebanyak 262 saham menguat, 256 saham melemah, dan 203 saham stagnan. Penguatan IHSG pada hari Selasa (1/9/2026) sebesar 1,14 persen ke level 6.599,94 menjadi momentum positif bagi pasar modal Indonesia di awal September 2026.
